Sungailiat - Bagian Adm. Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka sebagai leading sector melakukan peninjauan lapangan penggunaan dan kebermanfaatan Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) Tahun 2024 di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Desa Deniang, Desa Cit dan Dusun Tuing Desa Mapur. di Kecamatan Riau Silip.
Kegiatan Monitoring kebermanfaatan DAK Fisik Tahun 2024 dihadiri oleh Anggota KUB Nelayan dan Ahmad Saukani Kepala Desa Deniang dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bangka yang telah memberikan bantuan Dana DAK Fisik untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang berasal dari Desa Deniang, Desa Cit dan Dusun Tuing, harapannya alat tangkap/mesin perahu/GPS/Cold Storage dapat digunakan dan dirawat dengan baik, pada kesempatan ini beliau mengharapkan kedepannya nelayan / KUB Nelayan di wilayah Deniang dan sekitarnya mendapatkan kemudahan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bakar Nelayan (SPBN).
Mekanisme Monitoring Kebermanfaatan kegiatan DAK Fisik Tahun 2024, yaitu pertama KUB Nelayan Desa Deniang, Desa Cit dan Dusun Tuing dikondisikan/bertemu di titik kumpul di Pantai Bio Pulau Tiga Desa Deniang dan masing - masing membawa alat bantuan dari kegiatan DAK Fisik Tahun 2024, kedua, pemeriksaan kelengkapan bantuan dan tanya jawab oleh Tim Monitoring terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Kecamatan Riau Silip, yaitu Desa Deniang 3 KUB Nelayan, Desa Cit 2 KUB Nelayan dan Dusun Tuing 1 KUB Nelayan.
Hasil Monitoring di 6 KUB Nelayan yang tersebar di Desa Deniang, Desa Cit dan Dusun Tuing Kecamatan Riau Silip, semua bantuan yang diberikan menggunakan DAK Fisik Tahun 2024 telah dimanfaatkan dengan baik, pendapatan KUB Nelayan yang disampaikan ke Tim Monitoring berdasarkan buku catatan harian kegiatan nelayan (1 KUB Nelayan terdiri dari 10 orang), yang disampaikan ke penyuluh perikanan per harian pendapatan masing-masing KUB Nelayan berkisar 35 juta s.d 90 Juta perbulan tergantung dari aktivitas anggota KUB Nelayan dan keadaan cuaca. hasil monitoring harapan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan agar dipermudah untuk mendapatkan BBM dan harga sesuai dengan harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) didaerah Kecamatan Riau Silip.
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan merupakan usaha non badan hukum yang dibentuk oleh kumpulan nelayan minimal 10 orang, bermufakat untuk bekerja secara bersama guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok melalui kegiatan bidang perikanan dan penangkapan ikan. Tujuan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan yaitu memperkuat kelompok nelayan, mendapatkan akses terhadap program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan/pendapatan nelayan. yang dapat kita lihat karakteristik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan berupa Badan Usaha Non-Badan Hukum, Berbasis Musyawarah dan Kesepakatan kelompok nelayan, kegiatan bersama dan membutuhkan pendampingan dari pemerintah, berupa pembinaan dan pendampingan dari Dinas Perikanan untuk pengelolaan yang baik dan efektif.
Hasil monitoring berupa peninjauan lapangan di 6 KUB Nelayan Kecamatan Riau Silip yang menerima kebermanfaatan kegiatan DAK Fisik Tahun 2024 tersebut telah dimanfaatkan dengan baik, pendapatan KUB Nelayan yang disampaikan ke Tim Monitoring berdasarkan buku catatan harian kegiatan (1 KUB Nelayan terdiri dari 10 orang) pendapatan masing-masing KUB Nelayan berkisar 35 juta s.d 90 Juta perbulan tergantung dari aktivitas nelayan dan keadaan cuaca dan harapan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan agar disediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar, disediakan tempat pembelian hasil tangkap berupa pelelangan ikan / koperasi agar harga jual hasil tangkap stabil dan harga wajar, serta harapannya ditahun mendatang ada peningkatan jumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Bangka, sehingga kesejahteraan nelayan dapat meningkat dan bantuan pemerintah untuk nelayan yang berasal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tepat sasaran dan menyentuh langsung ke nelayan di Kabupaten Bangka.

